Artikel Pilihan
23 Sep 2025
Membeli rumah sering kali menjadi investasi terbesar dalam hidup seseorang. Karena itu, banyak pembeli rumah memilih Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai solusi pembiayaan — untuk mencicil secara bertahap daripada bayar tunai sekaligus. Namun proses KPR bisa terasa rumit di awal, terutama kalau ini pengalaman pertama Anda. Artikel ini menyajikan panduan lengkap step-by-step, syarat penting, serta tips agar pengajuan lancar dan peluang disetujui lebih tinggi.
Apa Itu KPR?
KPR adalah fasilitas kredit dari bank yang memungkinkan seseorang membeli rumah, membangun, merenovasi atau bahkan refinancing rumah yang sudah dimiliki. Dengan KPR, Anda membayar uang muka (down payment) dan sisanya dicicil dalam jangka waktu tertentu (tenor), biasanya antara 5 sampai 30 tahun. Aesia
Bank akan menilai kemampuan finansial Anda sebelum menyetujui kredit. KPR membantu mewujudkan rumah impian tanpa perlu modal tunai penuh sejak awal.
Jenis-Jenis KPR
Di pasar properti Indonesia, umumnya ada beberapa jenis KPR yang sering ditawarkan:
KPR Subsidi
Program pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah; punya bunga lebih rendah dan DP ringanKPR Non-Subsidi
Fasilitas kredit rumah biasa dari bank untuk umumKPR Syariah
Sistem pembiayaan rumah dengan akad tanpa ribaTake Over KPR
Memindahkan kredit dari satu bank ke bank lain untuk mendapatkan bunga/cicilan lebih kompetitifKPR Renovasi
Kredit khusus untuk renovasi rumah yang sudah dimiliki
Persyaratan Umum Pengajuan KPR
✔️ Syarat Pribadi
Warga Negara Indonesia (WNI)
Usia minimal biasanya 21 tahun atau sudah menikah, dan maksimal saat kredit lunas sekitar 55–65 tahun tergantung bank
Memiliki penghasilan tetap, entah sebagai karyawan, profesional, atau bisnis
Riwayat kredit baik, termasuk catatan di SLIK OJK/BI Checking
✔️ Dokumen Dasar
KTP & Kartu Keluarga (KK). BTN
NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). BTN
Slip gaji / bukti penghasilan. BTN
Rekening koran/tabungan 3–6 bulan terakhir. BTN
Dokumen properti yang ingin dibeli (sertifikat tanah/IMB/ AJB).
Langkah-Langkah Cara Ajukan KPR
1️⃣ Tentukan Rumah yang Diinginkan
Pilih rumah yang sudah memenuhi semua dokumen legal (sertifikat, IMB, AJB). Pemeriksaan legalitas dokumen ini penting agar proses KPR tidak terhambat
2️⃣ Hitung Kemampuan Finansial
Umumnya bank menyarankan agar angsuran tidak melebihi sekitar 30–35% dari penghasilan bulanan. Cara ini membantu Anda menentukan plafon kredit dan meminimalkan risiko gagal bayar
3️⃣ Siapkan Dokumen
Kelompokkan dokumen pribadi, finansial, dan dokumen rumah yang akan dibeli. Semakin lengkap, semakin cepat proses verifikasi
4️⃣ Ajukan KPR ke Bank
Datangi bank pilihan atau ajukan melalui developer/agenta properti yang bekerja sama dengan bank. Bank akan melakukan analisis credit appraisal, melihat sisi finansial Anda serta nilai properti
5️⃣ Proses Verifikasi Bank
Bank akan:
Menilai kredit Anda (kemampuan bayar, usia, pekerjaan)
Menentukan plafon pinjaman
Melakukan appraisal nilai rumah
Proses ini biasanya memakan 2–6 minggu tergantung kelengkapan dokumen
6️⃣ Akad Kredit & Pencairan Dana
Jika disetujui, Anda akan menandatangani akad kredit di hadapan notaris. Setelah itu, dana kredit akan dicairkan kepada penjual atau developer
Tips Agar Pengajuan KPR Diterima
Siapkan DP lebih besar
Membayar DP lebih tinggi bisa menurunkan jumlah pinjaman sehingga bank lebih yakin menyetujuiPastikan rekening bersih dari kredit buruk
Riwayat buruk di SLIK OJK bisa jadi alasan penolakanBandingkan suku bunga dan tenor bank
Setiap bank punya produk berbeda; cari suku bunga yang paling sesuai kemampuan AndaPilih tenor yang masuk akal
Tenor lebih panjang berarti cicilan lebih ringan, tapi bunga total juga lebih tinggi.
Dengan memahami langkah pengajuan, dokumen yang perlu disiapkan, serta tips memilih bunga dan tenor yang ideal, Anda bisa meningkatkan peluang disetujui oleh bank dan mewujudkan rumah impian lebih cepat.






